Senin, 19 Mei 2014

Ketekunan

Pada usia muda John Hagee diajari ibunya untuk  bekerja memetik buah kapas. “Berapa bayaran yang aku terima jika aku bekerja ?” tanya John. “Itu tergantung pada usaha dan ketekunanmu. Satu dolar untuk setiap 100 Pon buah yang dipetik,” jawab Sang Ibunda. “Berapa lama untuk memetik 100 Pon?” tanya John kembali. “Itu tergantung seberapa kerja kerasmu !” seru Ibunda.  Setelah sepakat mereka pergi ke perkebunan kapas milik Tuan Jodick. Di sana John bekerja keras memanjat dan memetik kapas. Pada akhir musim, John mendapat upah $23. Ia menggunakan uang itu untuk membeli perlengkapan sekolah di tahun ajaran baru.
Ketika dewasa John masih ingat perkataan Sang Ibunda, “Kamu harus belajar bahwa ketekunan dimulai dengan kerja keras.”
Ketekunan berarti melakukan sesuatu dengan disiplin tinggi dan terus menerus sampai melihat sebuah hasil. Sayangnya, dalam proses ini tidak banyak orang yang bisa bertahan. Saat belum menemukan jawaban doa, kita berhenti. Ketika belum berhasil, kita menyerah. Namun, disinilah akan terlihat apakah kita termasuk pribadi yang profesional atau tidak. Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu harus dilakukan, entah mereka menyukainya atau tidak. Ya, jika kita hanya bertahan waktu suasana hati sedang senang dan keadaan baik saja, semua orang pun bisa melakukannya. Sementara untuk pribadi yang berkualitas, kita dituntut mengerjakan lebih dari itu.
Sahabat, belajarlah menjaga komitmen kita. Sekalipun mungkin hasil yang kita harapkan belum terlihat nyata, kuatkan hati  untuk melangkah sampai segalanya berubah indah.
“Ketekunan adalah unsur penting kesuksesan. Jika Anda mengetuk gerbang cukup lama dan keras, pasti akan ada orang yang bangun.”
                                                                                                       (Henry Wadsworth L)        

sumber : dikutip dari auto2000 libray edisi senin 19 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar